Senin, 23 Desember 2013

EVALUATION ON GOVERNMENT POLICY ISSUES ABOUT OBLIGATION OF SOLAR HOME SYSTEM INSTALLATION (STUDY CASE : INDONESIA)




EVALUATION ON GOVERNMENT POLICY ISSUES ABOUT OBLIGATION OF SOLAR HOME SYSTEM INSTALLATION
(STUDY CASE : INDONESIA)

Eki Farlen
Engineering Physic, Gadjah Mada University, Yogyakarta-Indonesia
Email : eki.farlen@yahoo.com

ABSTRACT - Problems electricity happened in indonesia especially in household sector make government must find new strategic to solve it, In respond to government policy issues which will release new rule that every luxury home which will be built in indonesia in 2013 whose have power capacity more than 6600 VA (R3 Class) must invest 20% from total cost of their home for solar home system installation, this paper aims to forecast and evaluate the government policy issue by using LEAP simulation method for long term from 2013 till 2025 in order to know how much government will save the energy electric consumption if the policy be aplicated. Based on result of simulation , if 61% of new and old home from total of 36838 luxury home in 2025 will have been used SHS, PT PLN and government will save energy electric consumption 21767.3 GWh or equivalent with 6.8 US$ billion and percentage of electrification ratio increased to 2%.

KEY WORD : Solar Home System, LEAP, Energy electric consumption, Government Policy issues




Full Paper can be Downloaded at


RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING RESPON PERUBAHAN SUHU PENGKONDISIAN UDARA PADA RUANG RAWAT INAP

(Studi Kasus: RSUP Dr Sardjito)

Eki Farlen
Jurusan Teknik Fisika FT UGM
Jln. Grafika 2 Yogyakarta 55281 INDONESIA

Intisari- Pengkondisian udara di rumah sakit mempunyai peran yang penting guna mendapatkan kenyamanan pasien. Setiap ruangan ber-AC akan terasa tidak nyaman jika salah satunya disebabkan oleh tidak meratanya distribusi suhu di dalam ruangan tersebut. Oleh karena itu dirancang suatu sistem monitoring respon perubahan suhu AC secara real time dengan menempatkan sensor suhu di titik zona nyaman pasien di Ruang Rawat Inap RS. Sardjito guna mengetahui keadaan pasien apakah selalu terjaga dalam zona kenyamanan termal yang mengacu pada standard ASHRAE, SNI 03-6572-2001, dan Pedoman teknis tata udara rumah sakit.
AC yang dipakai ruang rawat inap VIP berkapasitas 2 PK atau setara dengan 5275 Watt  sudah cukup efisien mendinginkan ruangan yang berukuran 35,2 m2 mengingat beban puncak panas sensibel dan laten yang diperkirakan pada ruang tersebut tidak jauh lebih besar melebihi kapasitas AC, yaitu sebesar 6230,51 Watt. Ketiga zona pengukuran berada pada zona kenyamanan termal pasien dan hasil pengujian respon set-point tetap dengan variasi pengaturan kecepatan fan AC menunjukkan bahwa suhu ruangan rata-rata dengan beban panas sebesar 2100 Watt mencapai keadaan steady pada suhu 24oC di menit ke-14. Panas total sensibel dan laten sebesar 3139 Watt yang dibangkitkan selama pengujian respon gangguan internal  mengakibatkan kenaikan suhu ruangan hingga 25,2 oC, ruangan masih dalam zona nyaman standard SNI karena masih berada pada rentang suhu 22,8oC hingga 25,8oC.
Kata Kunci : monitoring suhu, zona nyaman, pengkondisian udara, beban pendinginan

Abstract- Air conditioning in hospitals have an important role to obtain the patient's comfort. Each air-conditioned room will feel uncomfortable if one of them caused by the uneven of room temperature  distribution. Therefore, writer designed system monitoring of air conditioning temperature response change in real time by placing a temperature sensor at some point of comfort zone in Inpatient room of Sardjito Hospital to determine whether the patient's condition is always maintained in the thermal comfort zone which refers to the ASHRAE standard, SNI 03-6572-2001, and technical guidelines HVAC hospital.
 AC which used in VIP wards have capacity amount 2 PK or equivalent to 5275 Watt have enough efficient to cool the room the size of  35,2 m2 because total peak of sensible and latent heat expected in the space not much bigger than the capacity of AC,  equal to 6230,51 Watt. The three sensor of the measurement were located around thermal comfort zone and the result of response testing  of set-point fixed with variation of AC fan speed settings show that the average temperature of the room with a cooling load  amount 2100 Watts reach steady state at a temperature of 24oC in the 14th minute. Total of Sensible and latent heat amount  3139 watts that are generated during the testing of internal disturbance response resulted in increasing of room temperature from 24oC till 25,2°C , the room still at comfort zone because still in SNI standard temperature range between  22,8oC to 25,8oC.

Keyword : temperature monitoring, comfort zone, air conditioning, cooling load



Full Paper can be downloaded at



Mempopulerkan Teknologi Energi Terbarukan Melalui Penayangan Program TV EduTainment "Eksplorasi Energi Terbarukan"


Permasalahan ketersediaan sumber energi menjadi perhatian yang serius demi keberlangsungan hidup manusia. Persediaan energi fossil kian hari kian menipis dan berdampak pada permasalahan ekonomi. Selama masyarakat Indonesia masih sangat bergantung pada energi fossil, Negara tidak akan pernah bisa mengoptimalkan sumber energi terbarukan. Kurangnya kesadaran masyarakat akan besarnya manfaat penggunaan Teknologi energi terbarukan dikarenakan masih banyaknya masyarakat kita yang minim akan pengetahuan tentang potensi sumber energi terbarukan. Padahal, Indonesia sangat berpotensi menjadi Negara penghasil energi terbarukan dalam skala besar. Intensitas matahari yang cukup besar untuk pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Solar cell), tanah yang subur dan bisa ditanami tumbuhan berkadar nabati yang bisa dijadikan Bahan Bakar Nabati (BBN), banyak ditemukannya Gunung dengan potensi sumber energi panas bumi, dan sebanyak 38 Juta penduduk Indonesia atau 35% dari total pekerja bekerja di bidang peternakan  yang bisa dimanfaatkan sekaligus dalam pembuatan Biogas.


Strategi optimalisasi potensi Energi Terbarukan meliputi aspek riset, sosial, ekonomi, dan sumber daya manusia serta politik dan hukum. Penelitian riset dan inovasi teknologi terus dilakukan guna mencapai peningkatan efisiensi pemakaian teknologi energi terbarukan, sudah banyak ide-ide mahasiswa Indonesia yang dituangkan ke dalam suatu jurnal di ajang konferensi energi skala international, dan berbagai aksi pengabdian masyarakat terkait sosialisasi dan penerapan teknologi energi terbarukan di berbagai daerah di Indonesia. Namun tindakan tersebut masih dirasa kurang cukup untuk membangkitkan dan mempopulerkan energi terbarukan.
Terlintas dalam benak penulis, Poin terpenting adalah Bagaimana caranya mengemas teknologi energi terbarukan menjadi suatu trend dan gaya hidup yang familiar di kalangan masyarakat, mengingat watak orang-orang Indonesia yang dikenal konsumtif terhadap sesuatu barang yang sedang populer, kondisi tersebut akan sangat menguntungkan. Contohnya teknologi komunikasi HandPhone, dahulu barang ini masih langka karena harganya masih mahal, sejalan dengan perkembangan inovasi dan menjadi suatu trend yang bergengsi sehingga banyak menarik minat calon konsumen dan munculnya pesaing-pesaing dengan harga yang menjadi lebih terjangkau.
Sebagaimana yang kita ketahui pada era digital seperti saat ini, media memiliki peranan yang sangat besar terhadap perubahan trend dan gaya hidup masyarakat. Salah satunya melalui program acara di media Televisi yang tentunya diharapkan mampu menjadi salah satu cara yang efisien untuk memperkenalkan dan mempopulerkan Teknologi energi terbarukan di tengah khalayak, mengingat masih kurangnya intensitas penayangan iklan layanan masyarakat tentang energi terbarukan dari kementrian ESDM. Program acara televisi dengan genre petualangan yang memperkenalkan pesona keindahan alam indonesia berhasil menularkan minat masyarakat untuk pergi berwisata ke tempat-tempat yang masih jarang dikunjungi. Suatu inovasi terbaru dari program acara bergenre jalan-jalan/petualangan dengan konsep yang tidak hanya membahas seputar flora-fauna setempat, adat istiadat, dan wisata kuliner semata, tetapi juga dilengkapi oleh segmen yang khusus membahas, mengkaji, dan mensosialisasikan potensi-potensi sumber energi terbarukan di berbagai wilayah nusantara yang dikemas juga secara lebih menghibur, interaktif, edukatif, informatif, dan persuasif.
Program acara yang diusulkan tersebut diberi nama “Eksplorasi Energi Terbarukan”, yang tentunya sangat diharapkan agar dapat ditayangkan di stasiun televisi nasional pada saat prime time. Program ini akan ditayangkan sehari sekali dalam sepekan selama 30 menit dan terbagi dalam beberapa episode. Acara akan dipandu oleh pembawa acara yang berpenampilan menarik dan tentunya memiliki pengetahuan seputar energi terbarukan. Hal ini dipertimbangkan agar pembawa acara dapat berinteraksi secara langsung dengan pakar/narasumber setempat mengenai keberadaan sumber potensi energi terbarukan. Program acara ini terbagi dalam beberapa segmen, diantaranya yakni penjelasan umum gambaran proses terbentuknya teknologi energi terbarukan dengan bobot materi yang mudah dimengerti sosialisasi, mengkaji dan menganalisis potensi pada suatu daerah yang baru ditemukan untuk dijadikan referensi para peneliti, instansi pemerintah, dan investor, serta mengajak khalayak secara tidak langsung agar tertarik untuk mendukung dan berpastisipasi dalam penggunaan teknologi energi terbarukan dalam skala besar.


Panel Surya di Gili Trawangan-Lombok

Program ini pun tentunya tidak terpisahkan dengan acara jalan-jalan ke suatu tempat wisata, karena daerah wisata yang banyak dikunjungi memiliki tingkat mobilitas yang cukup tinggi, sehingga membutuhkan pasokan energi yang cukup besar pula. Sebagai contoh, di Pulau Gili Trawangan, karena lokasinya di suatu pulau yang jauh dari pembangkit listrik sehingga diperlukan pemasangan kabel listrik bawah laut serta pembangkit genset. Dengan memanfaatkan kelebihan di daerah tersebut yang memiliki intensitas radiasi matahari yang cukup besar, yakni mencapai 500W/m2, PT PLN  bekerja sama dengan PT LEN membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berdaya 60.000 kWp. Namun, masih banyak tempat-tempat wisata yang terkendala dengan pasokan energi listrik, seperti di kepulauan karimun jawa. Listrik hanya menyala di malam hari, PLTS yang terpasang pun masih sangat kurang untuk menopang beban pemakaian listrik warga sekitar.
Selain minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat Indonesia akan potensi dan manfaat yang didapat dari penggunaan teknologi tersebut, Rasa khawatir masyarakat akan bahaya dan dampak dari eksplorasi Energi Panas Bumi dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menjadi salah satu hambatan Pemerintah dalam mengambil dan memutuskan suatu kebijakan. Faktanya, Energi panas bumi merupakan energi yang bersih dan aman untuk dieksplorasi. Salah satu tempat wisata alam di Pangalengan, Jawa Barat, terdapat site pembangkit energi panas bumi, kabarnya warga setempat masih cemas dengan keberadaan pembangkit listrik tersebut. Sama halnya yang terjadi di Pulau Kalimantan yang sampai sekarang masih sering terjadi pemadaman listrik bergilir, padahal BATAN menetapkan pulau kalimantan sebagai daerah yang cocok untuk dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir karena diprediksikan jarang terjadi Gempa Bumi dan tsunami, tetapi masyarakat setempat yang masih belum siap mengijinkan diberdirikanya PLTN. Berdasarkan data survey yang dimuat di artikel komunitas greenpeace international, kecelakaan yang terjadi pada pegawai yang bekerja di Pertambangan Batu Bara lebih banyak dibandingkan kecelakaan pegawai yang bekerja di PLTN setiap tahunya. Melalui program acara tersebut tentunya diharapkan mampu memberikan ilmu pengetahuan mengenai gambaran mekanisme dan proses eksplorasi yang menjamin tingkat keamananan dan keselamatan yang tinggi sehingga dapat merubah pola pikir dan pandangan mereka ke hal  yang positif dan  memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaanya.


Pembangkit Listrik Panas Bumi di Wayang Windu-Jawa Barat

Indonesia merupakan negara yang memiliki ratusan ribu gugus kepulauan. Rasio elektrifikasi di Indonesia masih di bawah target pencapaian, artinya masih banyak daerah-daerah kecil yang belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat. Program tersebut dikemas selain untuk memberikan sosialisasi akan besarnya manfaat energi terbarukan, juga akan  mengkaji dan menelaah potensi suatu tempat yang dituju untuk dijadikan suatu data referensi peramalan potensi jika suatu saat nanti dapat dijadikan rekomendasi untuk diterapkan dan diaplikasikan. Seperti di Pulau Peucang yang berstatus Taman Nasional di Ujung kulon, listrik hanya menyala di malam hari, padahal di daerah tersebut memiliki potensi kecepatan Angin yang besar karena jika dilihat dari letak geografisnya yang diapit pertemuan samudra, berpotensi untuk dibangun Pembangkit listrik Tenaga Kincir Angin. Pengetahuan seperti ini akan sangat bermanfaat bagi para peneliti yang tertarik untuk meninjau lebih jauh lagi dan pemerintah setempat tergugah hatinya untuk mendirikanya.

Pembangkit Listrik Tenaga Angin-Pantai Yogyakarta

Pulau Sumatra banyak ditemukan perkebunan kelapa sawit, khususnya di daerah Jambi dan Pekanbaru banyak ditemukan perkebunan kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan Bahan Bakar Nabati (BBN) seperti biodisel dan bioetanol. Nusa Tenggara Barat yang terkenal dengan populasi ternak sapi, di suatu desa wisata yang memiliki 1500 Ekor sapi dengan jumlah kepala keluarga 1600, sudah menerapkan Sistem Instalasi Biogas di beberapa kandang kolektif masyarakat. Melalui tayangan program ini juga dapat mendorong para pengusaha petani perkebunan kelapa sawit dan peternak sapi di daerah lainya tertarik untuk membuat Bahan Bakar Nabati dan Pemasangan Instalasi Biogas.
Program acara tv sebagai media yang mempertemukan antara permasalahan energi yang dihadapi di suatu daerah dengan kelebihan/potensi yang dimiliki, membenarkan pandangan-pandangan negatif masyarakat selama ini akan bahaya dan dampak dari pembangunan pembangkit listrik tenaga energi terbarukan sekala besar, dan menumbuhkan kesadaran dan minat masyarakat agar beralih ke sumber energi alternatif yang menjanjikan di masa sekarang dan yang akan datang.
Usulan penayangan program acara reality show semacam ini merupakan salah satunya solusi yang masih membutuhkan perjuangan panjang dalam membantu mengurangi ketergantungan negara Indonesia akan bahan bakar fossil untuk beralih ke sumber energi alternatif. Penayangan program acara ini akan berhasil jika mendapat banyak dukungan khususnya dari Station televisi terkemuka, BUMN dan Perusahaan Swasta yang bergerak di bidang energi yang siap mensupport biaya pelaksanaan, Instansi/lembaga energi nasional seperti ESDM yang akan memberikan data-data/informasi persebaran potensi energi terbarukan, dan yang terpenting adalah minat daripada khalayak untuk menonton program tersebut.




Minggu, 07 Oktober 2012

Kuliah Kerja Nyata di Gunung Rinjani, Lombok Timur



KKN atau Kuliah Kerja Nyata adalah salah satu program mata kuliah yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian besar mahasiswa, dengan bebasnya mahasiswa menentukan tema, tim dan lokasi yang akan dijadikan program KKN.

Awalnya saya mendapat tim KKN di daerah Cianjur, karna memang saya tertarik dengan suasana desa di sana yang dipenuhi dengan "sawah", sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan Tim untuk membahas Program Kerja. Namun, begitu saya tahu rekan satu prodi (Teknik Fisika) saya yang bernama Tono dan Agung mereka akan KKN di lombok, saya jadi tertarik untuk bergabung bersama mereka, mengingat pada waktu itu saya tau di lombok surganya pantai dan gunung. 

Keputusanpun semakin yakin untuk bergabung dengan tim KKN Desa pengadangan-Lombok, lokasi KKN kami berada di bawah kaki Gunung Rinjani, suasana sejuk dan pemandangan Gunung Rinjani yang terlihat jelas setiap harinya menggugah rasa kami yang penasaran untuk mendaki Rinjani , Gunung yang tertinggi ke-3 di Indonesia (3728mdpl).

Dari ke-7 TIM KKN di lombok timur, Tim kami (KKN Unit 132) adalah satu-satunya punya kesempatan untuk mendaki rinjani dan dari 23 anggota tim, hanya 7 anak saja yang punya niat dan tekad untuk mendaki, dengan perlengkapan seadanya, kami pun bergegas ke Kota untuk mencari perlengkapan mendaki.

Hari Pertama

Untuk mencapai di pintu gerbang Taman Nasional Gunung Rinjani hanya memerlukan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit dari lokasi KKN kami. Pemandu perjalanan kami bernama Bang Taufik, seorang ketua karang taruna di Desanya. Pada pukul 10:00 WITA kaki-kaki kami mulai melangkah perlahan untuk mendaki, Bismillah semoga sampai tujuan dan pulang dengan selamat.





Setelah berjalan selama 7 Jam melewati hutan belantara dan padang rumput, kami baru saja sampai di Pos 3, kalo mendaki Gunung merbabu sejatinya kami sudah sampai puncak.hehe.



















Tidak ingin rugi melewati momen matahari terbenam (senja), kami beristirahat luamayan cukup lama di Pos 3. Setelah mahgrib kami melanjutkan perjalanan malam untuk sampai di pos terakhir dan bermalam di sana, ya sekitar jam 9 malam kita sampai dan langsung mendirikan tenda, haaah, akhirnya bisa merebahkan badan setelah berjalan selama 11 jam ...

Hari Kedua

Selamat pagi Rinjani, suasana pagi hari di padang safana, lumayan kembali fit euy.

























Kami bergegas melanjutkan perjalanan dengan pemandangan safana dan tanaman edelwise yang sudah mekar, tak sabar hati ingin segera melihat danau segara anak, untuk sampai ke atas bukit kembar itu, butuh waktu selama 2 jam perjalanan.


























Finally, sampai juga di atas bukit kembar dan terlihat sudah danau segara anak yang pesona nya tampa rekayasa, sebelumnya cuma bisa lihat foto hasil browsing di google hihihihi








Tujuan kami selanjutnya adalah menuruni tebing untuk bermalam di danau segara anak dan sebelum turun kami berdoa dulu, karena kata Bang Taufik jalanya terjal, jurang, dan ekstrim.






dan ternyata benar adanya Bang Taufik tidak berbohong, tracknya sungguh ekstrim, perasaan takut pasti ada tapi karena pemandangan dari tebing yang luar biasa Indahnya.

Saya merasa, ini adalah pendakian paling ternekat diluar batas kesadaran. Kenapa? karena kami tidak membawa peralatan safety dan tidak berbekal pengalaman/ilmu climbing sama sekali. Sangat tidak direkomendasikan bagi seseorang yang memiliki Tremor melintas jalur ini.

Hanya doalah yang membawa kami bisa turun denga selamat.


yang penting kalo difoto harus tersenyum dan bergaya dulu untuk menghilangkan rasa takut, pesan moralnya adalah "Sesulit sulit apapun kondisi kita harus tetap terlihat tersenyum bahagia di depan orang-orang"








Alhamdulillah kami sampai di bawah setelah selama 3 jam merangkak menuruni tebing, ada rasa antara percaya atau tidak percaya kami berhasil menuruni tebing dengan selamat dan lancar.


woyooo, danau segara anak sudah terlihat dan di sini kami mendirikan tenda untuk bermalam semalam lagi.

Cerita dari Bang Taufik, di jaman orde pemerintahan soharto beliau melepaskan ribuan bibit ikan di danau segara anak ini, ada rasa aneh juga kenapa ada ikan yang bisa hidup di danau air belerang (panas) dan jumlah ikanya ga bercanda, kami mancing dapat ikan satu karung, banyak banget.

Menetap di Danau Segara anak tidak perlu hawatir keabisan makanan dan minuman, kalo lapar tinggal mancing terus bakar ikan, kalo haus tinggal ambil air bersih yang lokasinyapun tak jauh dari lokasi Camp kami, yang penting bawa beras aja yang banyak karna di sana gak ada sawah padi.


ah, badan pegal pegal pun hilang seketika setelah berendam air hangat, meskipun mengandung belerang tapi tidak terlalu pekat dan masih wajar untuk mandi.

Totally fresh, berendam air hangat sambil memejamkan mata dan sesekali melirik pemandangan sekitar yang menakjubkan sekali,  This is the best part .

Malamnya, sebanyak kurang lebih 30an ikan hasil pancingan kami yang dibakar untuk makan malam.



















Hari ketiga.

Keesokan harinya, selamat pagii rinjani dan danau segara anak, sebelum pulang mandi lagi dan lagi.


haah, maleees banget untuk pulang, rasanya pengen perpanjang 2 hari lagi tapi kami harus segera pulang karena lusa memasuki bulan suci ramadhan dan harus kembali menyelesaikan program-program kerja KKN.




kalo ada kesempatan untuk kembali lagi ke sini, mungkin harus 5-6 hari ya, aamiin



Rinjani, kami pamit pulang ya, baru saja beberapa langkah langsung disambut dengan hujan dan kamipun sempat panik karna tersassar jalan yang tertutup kabut, belum lagi rute jalan pulang harus menaiki tebing curam lagi, padahal di malam hari itu saya sudah Nego dengan bang Taufik agar pulangnya tidak melewati jalan yang sama, tapi beliau tidak mau. Inilah salah satu alasan yang paling membuat saya malas untuk pulang.


ini video rekaman perjalanan ekstrim kita menaiki tebing disaat hujan dan berkabut


Karena Tuhan Bersama Orang-Orang yang Pemberani





Sabtu, 06 Oktober 2012

Merbabu untuk yang ke-Dua kalinya


Lagi dan lagi, setiap ada ajakan dari temen naik gunung selalu dadakan, H-1 nya yang mengagetkan karena lagi momen minggu tenang, ya meskipun libur tetapi masih disibukkan dengan tugas tugas take home UAS.

Yak, malamnya gue beli carrier 80 Liter yang lebih besar dari sebelumnya 45 Liter, besok paginya baru mau Packing, dan siangnya berangkat menuju basecamp gn merbabu di selo, daerah magelang dengan waktu tempuh 1.5 jam dari jogja.

Istirahat sejenak di basecamp sambil menyantap nasi goreng dan teh manis hangat, tepat pukul 14:00 WIB kita start pendakian.

Gn merbabu untuk yang kedua kalinya, sebelumnya di tahun 2011 Gn merbabu via jalur cuntel (perdana naik gunung), dan sekarang via jalur selo.

Sampai juga di pos dua setelah berjalan selama dua jam, istirahat sejenak sambil penyesuaian pengaturan regulasi pernapasan dengan tekanan udara setempat. hooosh,,




Nampak nya kita sudah berada di negri di atas awan, dan ini yang paling ditunggu-tunggu ketika sang surya hendak akan terbenam dan hamburan cahaya nya yang terdispersi di balik awan putih.





Secangkir kopi yang tidak panas karena dinginya udara sekitar, sebatang rokok, dan panorama sunset yang sudah mengisi semangat kita kembali untuk melanjutkan perjalanan malam untuk menuju padang sabana satu.

Biasanya, setiap kali naik gunung, setelah 3-4 jam berjalan, kaki pasti menderita menahan sakit atau istilahnya keram, itu dulu, maksudnya ketika gue masih "overweight", sekarang alhamdulilah setelah berat badan turun 18kg sudah tidak merasakanya lagi. 

Dengan sedikit sombongnya
gue      : "Gung, gue selama jalan tadi belum pernah bilang keram dan bilang breeaak kan?"
agung  : "Wuih somboong, sombong "
gue     : "heuheuheu"

Setelah itu, baru saja berjalan kurang lebih sepuluh langkah, tiba tiba betis terasa sakit dan semakin sakit sampai gue teriak "aaahh, tunggu !! " serontak temen temen menghentikan perjalananya.

Dan ternyata keram kembali menyerang, kecewa dan merasa sia-sia karena usaha selama 3 bulan menurunkan berat badan sebanyak 15 kg. Perjalanan harus terus berlanjut, setelah memakai celana panjang untuk menutupi kaki dan betis yang kedinginan, akhirnya rasa keram pun hilang dan kembali seperti biasa, alhamdulilah karena biasanya rasa sakit keram ga akan pernah hilang sepanjang perjalanan dan hilangnya 2 hari kemudian setelah turun/sampai di rumah, perjalanan pun kembali lancar tanpa merasakan sakit keram untuk yang kedua kalinya dan sampai pada akhirnya tiba di padang sabana satu jam 8 malam, tempat di mana kita mendirikan tenda untuk bermalam dan keesokan harinya kembali mendaki untuk sampai di puncak teratas (3100mdpl).





Masih kepikiran dengan peristiwa keram , nampaknya gue keram karena perubahan cuaca dari sore ke malam yang drastis dingin banget, hanya memakai celana pendek dan satu hal yang terlupakan, karena kesombongan gue (percakapan di atas) juga kayanya , karma memang ada. pelajaran yang berarti sekali.

Bangun jam 4 subuh, rasanya malas banget untuk muncak, tetapi karena terbakar semangat dari temen, rasa malas pun pergi tertiup angin yang kencang di pagi hari, angin gunung lebih jahat dari angin laut.

Dan ini untuk pertama kalinya gue tiba di puncak teratas, setelah dua kali naik gunung belum pernah sampai puncak karena ya tidak kuat menahan rasa sakit kaki yang keram, hanya sampai pos terakhir sebelum puncak, dan pada saat itu berat badan masih overweight.





Sunrise yang mengagumkan


Sayang sekali, perjalanan 7 jam untuk sampai di puncak teratas, tetapi hanya bisa menghabiskan 30 menit bersantai santai sambil mengabadikan momen di puncak dan harus segera turun kembali karena angin yang kencang dan dinginya yang gak ada pengertianya.

ini dia sabana yang di maksud, ada padang sabana satu dan padang sabana dua, di balik bukit itu sabana dua. Pemandangan yang langka dan meremanjakan mata.





Nah, kalo yang di belakang kita itu si Ganteng gunung merapi (2900mdpl)





Ada 5 tenda yang diisi rombongan 15 orang malaysia, jauh-jauh ke jogja untuk mendaki gunung merbabu, kasian ya di negara nya tidak ada gunung yang seindah ini.


Mereka itu anak-anak dari Satu Bumi (mapala Fakultas Teknik UGM) yang menjadi guide dari ke-15 orang malaysia yang mendaki di gunung merbabu sedang mempersiapkan sarapan untuk mereka (rombongan malaysia)







Minggu, 27 Mei 2012

Membangun IPTEK di Indonesia



Membangun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia

Teknologi adalah kegiatan yang melekat pada manusia yang bermuncul dari sebuah keinginan akan suatu kebutuhan manusia yang berujung pada kepuasan akan pemenuhannya, selama ini teknologi sangat membantu manusia dalam penyelesaian masalah dan mempermudah pekerjaan manusia yang merumitkan. Teknologi bermula dari suatu gagasan dari Ilmu Pengetahuan, yang biasa disebut IPTEK( Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Kemajuan teknologi juga sebagai tolak ukur kemajuan suatu Negara. Dalam membangun ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dipandang dari dua aspek, yaitu secara faktual dan secara gagasan, keduanya saling berkesinambungan, di mana ketika secara gagasan sudah tidak menemukan titik terang maka fakta yang berbicara, yaitu secara faktual.

1.      Membangun IPTEK secara Gagasan
Sudah banyak gagasan gagasan dari mulut para ilmuwan di Indonesia yang terlontar sia-sia, gagasan mereka yang bisa dibilang brilian tetap saja tidak diperhitungkan di negara ini, banyak contoh kasusnya yang terjadi seperti para mahasiswa/i Indonesia yang melanjutkan studinya di luar negeri malah banyak yang ide-ide nya diangkat oleh negara luar dan terbukti membuahkan hasil yang justru menguntungkan bangsa lain daripada bangsanya sendiri, sungguh ironis memang. Mindset-nya orang orang kita masih klasik, lebih percaya dengan kemampuan tenaga asing daripada tenaga pribumi, mungkin jika ditangani oleh tangan asing mendatangkan keuntungan yang berlebih daripada oleh orang pribumi sendiri, contoh kasusnya seperti sekarang sudah banyaknya berdiri perusahaan eksploitasi minyak dan gas di Indonesia yang dikelola oleh Negara tetangga,  itu hanya sebagian dari kepentingan kepentingan penguasa di negeri ini.
Terkadang pendekatan secara gagasan ini tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di negara kita ini, sedangkan di negara luar cocok untuk diterapkan atau bahkan dikembangkan, apa kendalanya? yaitu di antaranya harus berurusan dengan kebijakan politik yang merepotkan, ketersediaan masyarakatnya dalam keterbukaan teknologi terbaru, kurangnya perangkat pendukung produksi teknologi , dan yang berpengaruh adalah tingkat kemiskinan yang meningkat, sehingga fokus Pemerintah ke arah sana.
Hal yang utama dalam mengatasi kendala tersebut adalah meyakinkan terlebih dahulu Pemerintah akan gagasan yang diusulkan oleh semua kalangan, baik itu ilmuwan maupun tenaga ahli, dengan cara bagaimana meyakinkanya? Yaitu dengan menanamkan dan mengasah potensi yang dimiliki setiap manusia yang berkehidupan mandiri dan produktif, sebagaimana tertera dalam program dan agenda riset nasional 2010-2014, sekaligus mengentaskan kemiskinan dengan melakukan inovasi inovasi alat untuk peningkatan produksi.
Berbicara soal pendekatan gagasan perlu diingat kembali bahwa sekarang ini idealnya tidak ada yang mendekati ideal terapi fakta di lapangan yang berbicara. Oleh karena nya mari kita diskusikan bagaimana membangun IPTEK dengan pendekatan faktual

2.      Membangun IPTEK secara Faktual
Kenyataan teknologi di Indonesia masih dalam tahap mengatasi masalahnya, belum sampai ke tahap pengembangan atau bahkan kemajuan, karena kita lihat banyak sekali barang-barang teknologi baru yang masuk di pasar, tetapi apakah kita bangga selamanya hanya menjadi sekumpulan orang orang yang konsumtif tetapi tidak produktif ? Hanya duduk manis menunggu kedatangan barang barang baru buatan negara maju, kapan kita bisa keluar dari kondisi seperti ini?
Seharusnya Pemerintah lebih fokus dalam pengembangan teknologi hasil produksi sektor pangan, pertanian dan kebutuhan premier lainnya, bukanya membuka jalan lebar untuk orang orang kaya yang bisa menikmati perkembangan kemajuan teknologi elektronik, seperti gadget dan lainya, tetapi coba perhatikan peningkatan teknologi produksi usaha menengah, contohnya kita mengembangkan alat pembuatan minyak diesel, penggiling beras dan semua alat yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber energi terbarukan dengan tangan tangan terampil anak bangsa dan sebisa mungkin dijual dengan harga yang sesuai dengan kantong pelaku usaha menengah agar produksi terus meningkat dan pengangguran berkurang otomatis angka kemiskinan juga sedikit berkurang.

3.      Evaluasi dalam membangun IPTEK di Indonesia
Dalam Agenda Riset Nasional memprioritas pada tujuh (7) bidang fokus pembangunan iptek seperti yang tercantum pada RPJPN 2005–2025, salah satunya untuk bidang Energi disusun dalam tiga kelompok tema riset, yaitu 1. Tema riset Peningkatan Elektrifikasi Nasional 2. Tema riset Bahan Bakar dari Energi Baru dan Terbarukan 3. Tema riset Konservasi Energi. Ketiga tema tersebut masih ditemukanya berbagai masalah, berikut ini uraian dari permasalahan dari ketiga tema tersebut :

  1. Tema riset peningkatan elektrifikasi nasional bertujuan untuk peningkatan kapasitas sumber daya listrik, mengingat di berbagai pedesaan masih banyak yang belum mendapat pasokan listrik dan karena sebagian dari mereka yang tidak mampu untuk membayar rekening listrik, sebenarnya banyak cara dan jalan keluar untuk mengatasi hal itu, tetapi untuk mengembangkanya terkendala oleh beberapa masalah , contohnya seperti : 1. Peningkatan pasokan listrik dengan mengandalkan sumber geothermal, sampai sekarang masih dalam tahap pengembangan dan belum mencapai target yang diinginkan dengan kapasitas sebesar 4.000MW 2. Masih mahalnya harga solar cell yang harganya berkisar 5-10jt dan tidak terjangkau oleh masyarakat ekonomi menengah, karena Negara kita masih mengimpor solar cell, andai saja solar cell dibuat oleh tangan-tangan terampil anak bangsa dan diharapkan harganya pun terjangkau 3. Krisis kepercayaan masyarakat terhadap rencana pemerintah dalam membangun PLTN, masyarakat awam masih takut dan cemas akan radiasi nuklir, padahal PLTN sendiri menyumbang pasokan listrik paling besar, di Negara Negara yang sudah mendirikan PLTN justru boros dalam pemakaian listrik karena mereka tidak hawatir pasokan listriknya akan habis.
  2. Tema riset Bahan Bakar dari Energi Baru dan Terbarukan bertujuan untuk peningkatan kapasitas cadangan sumber daya mineral seperti Minyak Bumi dan Gas, mengingat ketersedian BBM fosil semakin menipis dalam waktu dekat, pemerintah mau tidak mau harus mencari sumber alternative bahan bakar non fosil seperti biofuel, biomassa, dan CBM(coal bed methane), masih menemukan masalah yang sama yaitu lambatnya pergerakan untuk peningkatan produksi bahan bakar alternative yang bersumber pada energy terbarukan. Karena mengingat BBM biomassa dan biofuel membutuhkan biaya produksi yang sedikit lebih mahal dari BBM fosil dan untuk teknologi eksplorasi CBM di Indonesia masih dalam tahap percobaan, salah satu contoh Negara yang berhasil mengembangkan BBM alternative biomassa dan biofuel adalah PETROBRASS dari Negara brasil yang menghasilkan biodiesel dan Negara India yang memanfaatkan Alga sebagai sumber BBM yang low emisi karbon.
  3. Tema riset Konservasi Energi bertujuan untuk pemanfaatan sumber energy dengan bijak dan tepat guna, sulit memang untuk mengatasi permasalahan satu ini , mengingat masyarakat kita yang boros dalam konsumsi energy BBM dan listrik yang berimbas pada peningkatan emisi karbon yang berdamak pada pemanasan global, kurangnya kesadaran hal ini di kalangan masyarakat karena sebagian orang yang masih minim pengetahuanya akan hal ini.
Dari ketiga masalah yang telah disebutkan di atas, kembali ke inti dari permasalahan kemajuan IPTEK di Indonesia yaitu masyarakat kita masih lemah dalam Penguatan Sains Dasar dan Penguatan Dimensi Sosial Kemanusiaan. Pengembangan sains dasar berperanan kunci dalam menjamin keberlanjutan dari upaya pemanfaatan teknologi dan peningkatan daya saing industrI. Tetapi, Masalahnya adalah masyarakat terpelajar kita kurang adanya mental the esteem needs dan the self-actualization needs (teori Abraham Maslov)






Selasa, 06 Maret 2012

Iseng Berkarya


“Setiap ilmu dimulai dengan filsafat dan diakhiri dengan seni”  (Will Durant, The Story of Philosophy, New York: Simon & Schuster, 1933). Siapapun bebas berekspresi , scientist, engineer, politikus, atau bahkan kakek nenek sekalipun, bukan begitu?


Jangan tanya dia siapa, karna saya pun tidak tahu siapa.


Selasa, 28 Februari 2012

Fisika adalah Bagian dari Hidupmu dan Hidupku



Fisika, mendengar kata itu di telinga para pelajar sudah menjadi momok  tersendiri, karena merasa kesulitan dalam memahaminya dan berhadapan dengan rumus-rumusnya yang merumitkan. Terkadang ada saja dari mereka yang menganggap remeh fisika. ”Apa sih fisika itu? kurang kerjaan sekali menghitung kecepatan benda jatuh bebas dengan rumus yang merumitkan?”. Pernyataan itu yang sering terlontar dari mulut para pelajar yang sejatinya mereka belum menyadari sepenuhnya makna yang tersirat di balik konsep teori fisika yang diajarkan di sekolah-sekolah.
Ketahuilah sesungguhnya fisika itu sangat menyenangkan jika dikaji secara aplikatif dalam contoh kehidupan real yang dikaitkan/dianalogikan dengan teori, konsep, dan hukum-hukum fisika, dengan begitu fisika akan lebih mudah dipahami dengan sedikit memberikan gambaran beberapa contoh konkrit dalam kehidupan sehari-hari. Penasaran dengan konsep teori apa saja yang bisa dianalogikan dalam kehidupan kita ? lanjutkan saja membacanya.  
Peranan fisika bisa sebagai motivasi hidup, romantisme percintaan, dan  siraman rohani. Ah masa iya? ya iya dong, simak saja cerita di bawah ini :

1. Salam Super Fisika ( Uda kaya Mario Teguh saja Salam Super)
Pernah kah anda medengar seseorang berkata : “Aduh ,Saya galau, butuh ‘pencerahan’ dari seseorang”. Pernah tidak berfikir mengapa kata ‘pencerahan’ yang keluar dari mulut sesorang? Apa arti dan maksut dari kata itu?
‘Pencerahan‘ berasal dari kata cerah yang mendapat imbuhan pe(n)-an yang berarti mengandung intensitas cahaya yang cukup banyak sehingga memancarkan cahaya. Terlintas dalam benak saya untuk menganalogikan kata ‘pencerahan’ dengan teori Fotolistrik. Tapi apa hubungannya? Tentu ada,masih ingat kah dengan teorinya Einstein tentang Fotolistrik? Berikut cuplikan bunyi Teorinya:
Hati dan sanubari kita diibaratkan seperti suatu batang logam,jika batang logam disinari/mendapatkan banyak intensitas cahaya (pencerahan seperti nasehat dan ceramah), maka elektron-elektron muatan negatif (sifat dari sisi jelek manusia) akan terlepas dari batang logam tersebut dan semakin banyak intensitas cahaya yang menyinari batang logam (diri kita) semakin besar pula energi foton (motivasi hidup) yang dihasilkan atau yang muncul. Dengan begitu batang logam bersih dari elektron negatif atau bisa dibilang bersih dari pikiran negatif dan kembali ke jalan yang benar.  
Jadi, ada analoginya kasus efek fotolistrik dengan sifat kita dengan mengasumsikan batang logam bagian dari benak/diri kita, jika semakin banyak masukan nasihat yang dianalogikan dengan intensitas cahaya, maka sifat sisi negatif kita akan  terlepas atau menghilang dari benak kita. Karna orang yang galau orang yang tidak bisa positive thinking
Begitu lah kurang lebihnya asal muasalnya mengapa dikatakan pencerahan.Kawan-kawan ku yang berbahagia, dari cuplikan teori Einstein di atas dapat kita simpulkan maknanya bahwa ketika seseorang yang sedang galau/bingung/panik membutuhkan pencerahan atau nasehat seseorang yang bijak untuk mengeluarkan pikiran negatif dan mendapatkan motivasi untuk mencari jalan keluarnya.
Salam super Fisika!! 

2.Fisikaku bukan Fisika Biasa (Cintaku bukan Cinta Biasa lagu Afgan)

Seseorang yang sedang jatuh cinta atau kasmaran perasaanya tidak menentu,pancaran gelombang sinar cahaya bola matanya berinterferensi dengan gelombang suara detak jantungku. Rasanya aku ingin segera memilikinya, tetapi ada saja kendala dan halanganya, kalo kata peribahasa gue :”sesulit-sulitnya menaklukan soal-soal fisika masih lebih sulit menaklukan hati seorang wanita idaman. Kalo dalam fisika inti, gue menunggu momen saat-saat di mana radioaktivitas terjadi dan membutuhkan sinar alfa/gamma/beta (keberanian) untuk menembakkan partikel (si X ) tersebut sehingga partikel akan meluluh (hatinya) hingga mencapai kesetabilan inti atom selama waktu peluluhan berlangsung.
Akhirnya gue tersadarkan akan suatu fenomena fisika yaitu: “Jika dua batang magnet ditempelkan dekat sekali antara kutub utara dan kutub selatan berimpitan, kemudian dibiarkan terus menerus , maka sifat kemagnetannya akan berkurang,bahkan akan hilang". Hal ini berarti bahwa tidak ada ketertarikan lagi antara dua magnet itu. Hal ini juga berlaku bagi manusia yang saling tertarik dengan lawan jenisnya dilandasi dengan nafsu, karna sesungguhnya itu bukan sebuah ketertarikan, tetapi hanya kepuasan sesaat dan kebodohan yang akan membawa pada kerusakan.

3. Fisika Sebagian dari Iman
Semenjak SD kita semua tahu kalo “Kebersihan Itu Sebagian Dari Iman”, sekarang kalimat itu ada yang lebih menarik, yaitu: “Fisika itu Sebagian Dari Iman”.mengapa bisa dibilang begitu?mari kita telaah.
Secara biologis manusia disusun dari beribu-ribu sel mahluk hidup, begitu juga dengan atom-atom yang menyusunnya, karna atom adalah suatu partikel terkecil yang tidak bisa dibagi-bagi lagi, sudah merupakan satu kesatuan.Yang akan dibahas bukan selnya, tapi Atom’y itu.
“Adakah yang lebih kecil dari atom?”
“Jawabanya : Ada,Manusia di hadapan ALLAH SWT”
Manusia pada hakikatnya seperti inti atom yang bermuatan netral/positif yang dikelilingi oleh atom-atom elektronnya yang bermuatan negatif (godaan dosa) , seperti halnya planet-planet yang mengelilingi matahari pada orbitnya.Dalam kehidupan duniawi yang namanya godaan dosa  harus dihindari.
Bagaimana caranya elektron-elektron bermuatan negatif (godaan dosa) yang mengelilingi inti atom (kita) menjauh/tereksitasi dari lintasannya (sekitar kita) ? Menurut teori atom Bohr ,tentu saja dengan memerlukan energi foton (iman kita) elektron-elektron negatif (godaan dosa) akan keluar dan menjauh dari inti atom (kita) ke lintasan tak hingga (jauh dari sekitar kita).Sebaliknya jika energi foton ( iman kita ) dilepaskan/tidak diperlukan atau dengan kata lain iman kita tidak kuat,maka dengan mudahnya elektron negatif (godaan dosa) semakin mendekat ke inti atom (kita) dan berpindah lintasan mendekat ke inti atom.astagfirulloh. L
Itulah teori fisika atom modern yang bisa dikaitkan/dianalogikan dengan Iman dan takwa kita untuk modal kita menjadi manusia yang bertakwa terhindar dari godaan dosa.

Apakah sekarang teman-teman sudah percaya bahwa fisika itu menyenangkan ? cerita di atas  hanya contoh kecil saja yang mewakilkan,masih banyak hal lain bahwa fisika itu menyenangkan.Tunggu apalagi untuk belajar fisika lebih mendalam ?